pertama pembuat
alat sederhana yang belakangan disebut sebagai fuel cell. Seorang
hakim
pengadilan, penemu, dan ahli fisika lahir tanggal 11 juli 1811 di Swansea,
South Wales dan
meninggal di London pada tanggal 1 Agustus 1896.
Setelah
menyelesaikan pendidikan privatnya, Grove masuk Brasenose College,
Oxford hingga
mendapatkan gelar B.A. di tahun 1832. Beliau juga belajar hukum
pada Lincoln
Inn.
Kariernya dalam
bidang ilmu pengetahuan dimulai sejak dia membuat voltaic battery
yang
dijelaskannya pada pertemuan The British Association for the Advancement of
Science di tahun
1839. Fuel cell yang dibuatnya terdiri atas elektrolit asam, keping
platina serta
tabung gas oksigen dan hidrogen, dan menggunakan prinsip reaksi balik
terbentuknya
air, di mana hidrogen dan oksigen akan bereaksi dalam larutan asam
dan menghasilkan
air dan listrik dengan arus sebesar 12 ampere dan tegangan 1,8
volt. Sel ini
kemudian disebut sebagai Grove`s Battery atau baterai Grove atau sel
Grove.
Sejak saat itu
sel groove banyak digunakan. Akan tetapi, karena listrik yang
dihasilkan
sedikit dan tidak mencukupi lagi untuk kebutuhan listrik yang semakin
besar, lambat
laun sel Grove mulai tergeser. Namun, sel Grove tetap menjadi dasar
acuan
pengembangan fuel cell selanjutnya.
Temuan-temuan fuel
cell selanjutnya bermunculan. Di tahun 1889, kata fuel cell
pertama kali
diperkenalkan oleh Ludwig Mond dan Charles Langer yang mencoba
membuat fuel
cell yang dipakai untuk industri batu bara. Walaupun sumber lain ada
juga yang
mengatakan bahwa kata fuel cell pertama kali dipakai oleh William White
Jaques. Jaques
juga adalah peneliti pertama yang memakai asam fosfat sebagai
elektrolit.
Di tahun 1920
penelitian fuel cell di Jerman membuka jalan bagi pembuatan siklus
karbonat dan fuel
cell oksida padat seperti yang ada sekarang ini.
Di tahun 1932,
seorang insinyur Francis T. Bacon memulai penelitian penting dalam
fuel cell.
Dulunya fuel cell menggunakan elektroda platina dan asam sulfat sebagai
elektrolit di
mana platina sangat mahal dan asam sulfat sangat korosif (membuat
cepat berkarat).
Di sini Bacon mengembangkan katalis platina yang sangat mahal itu
dengan sel
oksigen dan hidrogen yang memakai elektrolit alkali yang tidak korosif
serta elektroda
yang tidak mahal. Penelitiannya berlangsung hingga tahun 1959.
dalam
pendemonstrasian model desainnya menghasilkan 5.000 watt yang dapat
menghidupkan
mesin pengelas. Fuel cell tersebut akhirnya disebut sebagai Bacon
Cell.
Seorang insinyur
Allis-Chalmers Manufacturing Company, di bulan Oktober tahun
1959
mendemonstrasikan 20 traktor bertenaga kuda yang merupakan mesin pertama
menggunakan fuel
cell.
Sebuah produsen
alat elektronik terkenal di Amerika, selama tahun 1960-an
memproduksi
tenaga listrik berbasis fuel cell untuk NASA sebagai tenaga pesawat
ruang angkasanya
yaitu Gemini dan Apollo. Sistem fuel cell yang dipakai dalam alat
ini berdasar
pada sel Bacon. Sampai sekarang, tenaga yang dipakai dalam pesawat
ruang angkasa
tetap memakai fuel cell karena dengan fuel cell energi yang
dipakai
tidak terlalu
ribet seperti baterai atau tenaga nuklir yang cukup riskan. Dalam hal
penelitian
teknologi fuel cell, NASA telah mendanai lebih dari 200 riset.
Bus yang memakai
teknologi fuel cell pertama kali diluncurkan pada tahun 1993 dan
untuk mobil
biasa di Eropa dan Amerika kini telah banyak dipakai. Sejumlah
produsen mobil
mewah dan produsen mobil kelas menengah juga mulai
mengembangkan
mobil yang memakai fuel cell ini, sejak tahun 1997.
Sejak saat itu
bermunculan temuan-temuan yang lebih mutakhir tentang mobil yang
bertenaga fuel
cell ini. Promosi yang dilakukan besar-besaran dengan
mengedepankan
ramah dan amannya emisi yang dihasilkan kendaraan sehingga
lingkungan yang
bebas polusi dan takkan mengganggu lingkungan, kemudian juga
dapat
diperbaruinya bahan bakar yang akhirnya mengurangi pemakaian BBM.
Ditambah lagi
bermunculannya tempat-tempat penjualan bahan bakar ini, seperti
adanya pom-pom
hidrogen.
Tak hanya itu,
teknologi fuel cell yang ditemukan juga menjadi bervariasi, seperti
ditemukannya fuel
cell yang lebih efisien dalam menghasilkan gas hidrogen hingga
jumlahnya
semakin berlipat. Teknologi ini bahkan melibatkan proses fermentasi oleh
mikroba yang sebelumnya
sangat mustahil sekali di dalam produksi bahan bakar.
Teknologi ini
berkembang sejak tahun 2.000 yang kita kenal sebagai MFC atau
Microbial Fuel
Cell.
MFC ini selain menghasilkan hidrogen yang banyak hingga 4
kali lipat dari fuel
cell biasa, substrat yang dipakai mikroba dalam berfermentasi
adalah limbah
rumah tangga, industri ataupun limbah pertanian yang tidak terpakai
sehingga selain
yang dihasilkan adalah gas hidrogen juga didapatnya produk akhir
berupa air
bersih yang tentu saja dapat dipakai untuk berbagai macam kebutuhan.
Dan jelas hal
ini bisa mengurangi sejumlah dana yang dipakai untuk pembersihan air
limbah.
No comments:
Post a Comment